respirasi sel



Kelompok 5 :
1.       Safrida Amalia Y W
2.       Anggi Dwi Putri
3.       Emi Irizkika W
4.       Iva Novianti
 




Respirasi Sel
             Respirasi aerob merupakan pembebasan energy yang terkandung dalam makanan menjadi energy ATP yang dibutuhkan tubuh untuk melaksanakan kinerjanya. Pada respirasi sel energy diperoleh dari pemecahan glukosa menjadi CO2+H2O,. secara sederhana tahapan pemecahan glukosa sebagai berikut:
1.      Glikolisis
terjadi pada sitosol berlangsung secara anaerob. Tahapan pertama adaalah pemecahan molekul glukosa (6C) memebentuk senyawa berupa fosfogriseraldehid (PGAL) yaitu senyawa beratom C6 yang mendapatkan tambahan fosfat yang memerlukan energy dari dua molekul ATP. Tahap selanjutnya adalah dimana molekul PGAL kemudian akan membelah membentuk 2 senyawa, 3 rantai karbon dan 1 fosfat yang disebut 3GP atau 3 fosfogliserade, kemudian masing-masing 3GP akan berubah menjadi asam piruvat dengan melepaskan energy sebanyak 1 molekul ATP dan pelepasan 1 atom hydrogen yang berpotensi energi tinggi, dimana selanjutnya hydrogen yang dilepaskan ini akan ditangkap oleh kofaktor berupa NAD+ dan membentuk senyawa 2NADH2. Hasil akhir tahap glikolisis menghasilkan 2 asam piruvat, 2 ATP, dan 2 NADH2. Selanajutnya senyawa as. Piruvat memasuki membrane mitokondria untuk tahap berikutnya
2.      Oksidasi as. Piruvat
Sebelum masuk kedalam mitokondria as. Piruvat terlebih dahulu akan dirubah menjadi senyawa asetil CoA dan berlangsung dalam membrane mitokondria dengan tahapan sebagai beikut :
Senyawa as. Piruvat yang mengandung 3 atom karbon dioksidasi dengan bantuan enzim piruvat dehidrogenase untuk melepas 1 atom kabonnya dan mengubahnya menjadi karbon dioksida (CO2). Bersamaan dengan terbentuknya CO2, NAD+ akan direduksi dan membentuk NADH. Selanjutnya terbentuklah senyawa dengan 2 atom karbon yang disebut asetil grouf, yang kemudian akan ditambahkan dengan koenzim A membentuk asetil koenzim A
3.      Daur Krebs (Daur as. Sitrat)
Berlangsng dalam matrix mitokondria. Tahapan siklus krebs :
Diawali dengan masuknya asetik CoA (beratom C2) yang bereaksi dengan asam oksaloasetat (beatom C4) menghasilkan as. Sitrat (beratom C6). Secara bertahap as. Sitrat melepas satu persatu atom Cnya hingga akhirnya kembali menjadi asam oksaloasetat (C4), peristiwa ini diikuti dengan reaksi reduksi (pelepasan electron dan ion hydrogen) oleh NAD+ dan FAD+ menghasilkan 2 NADH2, 2 FADH2, dan 2 ATP. Dari seluruh rangkaian peristiwa siklus kreb dihasilkan 4 CO2, 6 NADH2, 2 FADH2, dan 2 ATP
4.      Oksidasi fosforilasi (transfer electron)
Sebanyak 10 NADH2 dan 2 FADH2 dihasilkan selama tahap glikolisis dan siklus krebs. Seluruhnya akan memasuki reaksi redoks pada sistem transfer electron. NADH2 memasuki reaksi dan dihidrolisis oleh enzim dehidrogenase kembali menjadi ion NAD+ diikuti pelepasan 3 ATP, kemudian diikuti FADH2 yang dihiolisis oleh enzim flafoprotein kembali menjadi ion FAD+ dan menghasilkan 2 ATP, keduanya juga melepaskan ion hydrogen diikuti electron, peritiwa ini disebut reaksi oksidasi. Selnjutnya electron ini akan ditangkap oleh Fe+++ sebagai aseptor electron dan dikatalis oleh enzim sotikrom B, C, dan A. peristiwa ini disebut reaksi reduksi. Reaksi reduksi dan oksidasi ini berjalan terus sampai electron ditangkap oleh oksigen (O2) sehingga berikatan dengan ion hydrogen (H+) menghasilkan H2O. hasil akhir dari sistem transport electron adalah 34ATP, 6H2O
Secara sederhana respiasi aerob diartikan sebagai sebuah reaksi katabolisme yang dalam prosesnya oksigen sangat dibutuhkan. Hasil dari reaksi ini aitu energy dengan jumlah yang besar. Energy tersebut disimpan dalam bentk energy kimiawi yang dikenal dengan kode ATP. Energy ATP ini akan digunakan oleh sel didalam tubuh makluk hidp untuk menunjang beberapa hal seperti pertumbuhan, gerak, dan reproduksi. Rumus respirasi aerob C6H12O2 + 6 O2 è 6 CO2 + 6 H2O + energy. Respiasi aerob dibagi kedalam 3 tahapan secara berturut-turut
glikolisis, yakni proses pemecahan molekul C6 alatau glukosa menjadi senyawa asam piruvat (C3).
siklus kreb, yakni reaksi CoA atau molekul asetil yang akan menghasilkan oksaloasetat dan juga asam sitrat.  
Transfer electron, yakni reaksi reduksi atau oksidasi NADH2 dan FADH2 yang pada akhirnya menghasilkan H2O juga energy berupa ATP

Sumber : pustakasekolah.com

Komentar

Postingan Populer