LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN EFEK PEMBERIAN PUPUK NITROGEN PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
LAPORAN
PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN
EFEK
PEMBERIAN
PUPUK
NITROGEN PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
(Untuk memenuhi tugas
mata kuliah fisiologi tumbuhan
FP MIPA/Pendidikan Biologi
IKIP PGRI Jember
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Tanaman jagung merupakan salah satu
tanaman pangan penting di Indonesia yang permintaannya terus meningkat sejalan
dengan perkembangan industri pangan. Permintaan jagung yang tinggi membutuhkan
suatu usaha agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan jagung yang tinggi tersebut
yaitu dengan cara peningkatan produksi jagung. Salah satu upaya peningkatan
produksi jagung di Indonesia dapat dilakukan diantaranya melalui intensifikasi
yaitu penggunaan varietas unggul baru, memperbanyak populasi tanaman per hektar
serta penggunaan pupuk yang efektif dan efisien, serta ekstensifikasi dengan
memperluas lahan pertanian jagung.
Tanaman jagung membutuhkan paling kurang
13 unsur hara yang diserap melalui tanah.
Hara N, P, dan K diperlukan dalam jumlah lebih banyak dan sering
kekurangan, sehingga disebut hara primer. Hara Ca, Mg, dan S diperlukan dalam
jumlah sedang dan disebut hara sekunder.
Hara primer dan sekunder lazim disebut hara makro. Hara Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl diperlukan
tanaman dalam jumlah sedikit, disebut hara mikro. Unsur C, H, dan O diperoleh
dari air dan udara. Untuk memenuhi kebutuhan unsur yang tersebut, salah satu hal
yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan pupuk nitrogen pada tanaman jagung
tersebut.
Pupuk merupakan sebagai
salah satu sumber zat hara buatan yang diperlukan untuk mengatasi kekurangan
nutrisi terutama unsur-unsur nitrogen, fosfor, dan kalium. Sedangkan unsur
sulfur, kalsium, magnesium, besi, tembaga, seng, dan boron merupakanunsur-unsur
yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (mikronutrien).
Nitrogen (N) merupakan salah
satu unsur hara utama dalam tanah yang sangat berperan dalam merangsang
pertumbuhan dan memberi warna hijau pada daun. Kekurangan nitrogen dalam tanah menyebabkan
pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu dan hasil tanaman menurun karena
pembentukan klorofil yang sangat penting untuk proses fotosintetis terganggu. Di
tanah gambut, kadar N relatif tinggi, namun sebagian Netrogen tersebut dalam bentuk
Organik sehingga harus memerlukan proses mineralisasi untuk dapat digunakan
tanaman.
Pupuk nitrogen mengandung
hara tanaman N. Bentuk senyawa N umumnya berupa nitrat, amonium, amin, sianida.
Contoh: Kalium nitrat (KNO3), amoniumfosfat [(NH4)3PO4],
urea (NH2CONH2) dan kalsium sianida (CaCN2).
Bentuk pupuk N ini berupa kristal, prill, pellet, tablet maupun cair.
Salah satu manfaat pemberian
pupuk nitrogen untuk tanaman jagung itu sendiri ialah merangsang
pertumbuhan vegetatif yaitu menambah tinggi tanaman dan merangsang tumbuhnya anakan,Membuat
tanaman menjadi lebih hijau karena banyak mengandung butir-butir hijau daun
yang penting dalam fotosintesa.Merupakan bahan penyusun khlorofil daun,
protein, dan lemak. Tetapi bila diberikan N terlalu banyak ke dalam tanah dapat
menhambat pembungaan dan pembuahan. Nitrogen sebagai bahan fotosintesis,
protein dan asam amino yang berperan dalam pembentukan sel, jaringan juga organ
tanaman. Pada fase pertumbuhan vegetatif kebutuhan tanaman akan N sangat tinggi.
1.2
Hipotesis
Pemberian pupuk nitrogen pada tanaman jagung
dapat merangsang pertumbuhan vegetatif yaitu menambah tinggi tanaman dan
merangsang tumbuhnya anakan,Membuat tanaman menjadi lebih hijau.
1.3
Tujuan
Dengan
memberikan pupuk nitrogrn pada
tanaman jagung akan dapat
merangsang pertumbuhan vegetative yaitu menambah tinggi
tanaman jangung dan merangsang tumbuhnya
anakan, membuat tanaman menjadi lebih hijau.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
1.
Klasifikasi Tanaman Jagung (Zea may)
Menurut Tjitrosoepomo (1989), klasifikasi tamana
jagung (Zea mays) adalah sebagai
berikut :
Regnum : Plantarum
Divicio : Spermatophyta
Classis : Angiospermae
Sub classis : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Familia : Graminea
Genus : Zea
Species : Zea
mays
2.
Morfologi
Tanaman Jagung (Zea mays)
a. Akar
Jagung (Zea mays)
memiliki akar serabut yang keluar dari bagian samping pangkal batang. Akar
jagung (Zea mays) umumnya memiliki panjang rata-rata hingga 25 cm. Bentuk
perakarannya bervariasi, tergantung varietas dan tempat tumbuhnya. Akar umumnya
bersifat temporer, dimana akar yang pertama kali muncul berfungsi untuk
mendukung kedudukan batang. Pada umur sekitar 6-10 hari setelah tanam, kemudian
muncul akar adventif yang berasal dari pangkal batang di atas permukaan tanah
(Gardner, dkk.,1991).
b. Batang
Batang jagung (Zea
mays) tidak berongga seperti padi (Oryza
sativa) melainkan berisi berkas-berkas pembuluh yang semakin memperkuat
tegaknya tanaman. Batang beruas-ruas, dimana pada bagian pangkal ruas-ruasnya
pendek dan semakin panjang dengan pertambahan tinggi batang. Jumlah ruas umumnya
sekitar 10-40 ruas dengan tinggi batang mencapai 90-150 cm. batang berwarna
hijau kekuningan dengan bentuk bulat pipih di bagian pangkal serta bulat
silinder pada bagian atas.
c. Daun
Daun jagung (Zea mays) bersifat monoceus atau berumah
satu, diamana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu pohon. Letak
bunga jantan dan bunga betina terpisah, dimana bunga jantan berada di ujung
batang sedangkan bunga betina berada pada ketiak daun sekitar pertengahan
batang. Bunga bersifat protandri, dimana bunga jantan masak lebih dahulu dibandingkan bunga betina. Pada
umumnya, bunga jantan masak 1-2 hari
lebih dahulu (Rukmana, 2003).
d. Buah
Buah jagung (Zea
mays) terdiri atas biji, tongkol dan pembungkus. Biji tersusun rapat pada
tongkol yang memanjang. Pada buah jagung, juga terbentuk rambut-rambut yang
memanjang hingga kluar klobot (Suliantari dan rahayu, 1990).
3.
Syarat
Tumbuh jagung (Zea mays)
Jagung (Zea
mays) dapat tumbuh dengan baik di daerah tropik ataupun subtropik. Umumnya,
tanaman ini tumbuh di daerah rendah hingga ketinggian 1.300 meter dpl. Suhu
optimum untuk pertumbuhan jagung (Zea mays) adalah 13o – 38o
C dengan penyinaran matahari penuh. Di Indonesia, jagung (Zea
mays) tumbuh subur di daratan rendah hingga ketinggian 750 meter dpl
(Guslim, 2007).
4.
Pengaruh
Pupuk
a.
N-P-K
Nitrogen (N) diserap dalam bentuk ion nitrat (NO3-)
dan ammonium (NH4-). Sebagian
besar nitrogen diserap dalam bentuk ammonium karena bermuatan negative. Pupuk
Urea sangat mudah larut dalam air, nitrogen dalam bentuk amida pada umumnya
terdapat dalam pupuk Urea mudah larut dalam air. Dalam tanah amida segera
berubah menjadi ammonium karbonat. Karena memiliki konversi (perubahan)
tersebut nitrogen mudah hilang tercuci.Ion ammonium memiliki muatan positif
sehingga terikat oleh koloid tanah (Novizan, 2002).
Phospor (P) sangat vital karena merupakan sumber
energi untuk pertumbuhan. Senyawa P di dalam tanah ada dalam bentuk ATP yang
merupakan senyawa ikatan berenergi tinggi. Selain itu, P berperan dalam
pembentukkan asam nukleat, fosfolipid dan koenzim NAD dan NADP (Ashari, 2006).
Kalium (K) diserap dalam bentuk ion K+. Di
dalam tanah, ion ini sangat dinamis dan mudah tercuci oleh aliran air pada
tanah berpasir dan tanah dengan pH rendah.
Dari ketiga unsur esensial yang paling dibutuhkan tanaman (N-P-K),
kalium lah yang paling melimpah di permukaan bumi. Namun, hanya sekitar 1-10%
unsur ini yang dapat diserap oleh tanaman (Novizan, 2002).
b.
Peranan Pupuk Nitrogen
pada tanaman jagung
Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung
nitrogen (N) berkadar tinggi . Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang sangat
diperlukan tanaman. Unsur nitrogen di dalam pupuk urea sangat bermanfaat bagi
tanaman untuk pertumbuhan dan perkembangan. Manfaat lainnya antara lain pupuk
urea membuat daun tanaman lebih hijau, rimbun, dan segar. Nitrogen juga
membantu tanaman sehingga mempunyai banyak zat hijau daun (klorofil). Dengan
adanya zat hijau daun yang berlimpah, tanaman akan lebih mudah melakukan
fotosintesis, pupuk urea juga mempercepat pertumbuhan tanaman (tinggi, jumlah
anakan, cabang dan lain-lain). Serta, pupuk urea juga mampu menambah kandungan
protein di dalam tanaman (Suhartono, 2012).
Unsur nitrogen diperlukan untuk
pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan
akar. Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali
dalam proses fotosintesis, unsur N berperan untuk mempercepat fase vegetative
karena fungsi utama unsur N itu sendiri sebagai sintesis klorofil. Klorofil
berfungsi untuk menangkap cahaya matahari yang berguna untuk pembentukan
makanan dalam fotosintesis, kandungan klorofil yang cukup dapat membentuk atau
memacu pertumbuhan tanaman dan merangsang organ vegetative tanaman. Pertumbuhan
akar, batang, dan daun terjadi dengan cepat jika persediaan makanan yang
digunakan untuk proses pembentukan organ tersebut dalam keadaan atau jumlah
yang cukup (Purwadi, 2011).
Tanaman jagung mengambil nitrogen (N)
sepanjang hidupnya karena nitrogen dalam tanah sudah tercuci, maka pemberian
dengan cara bertahap sangat dianjurkan. Nitrogen diserap tanaman selama masa
pertumbuhan sampai pematangan biji, sehingga tanaman ini menghendaki
tersedianya N secara terus menerus pada semua stadia pertumbuhan sampai
pembentukan biji (Patola, 2008)
BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Alat
dan Bahan :
1. Polibage
2. Tanah
3. Pupuk
NPK
4. Biji
jagung
5. Air
3.2 Cara
kerja :
1.
Sediakan 5 polibage yang masing-masing telah berisi tanah yang sama.
2.
Tanamlah biji jagung pada masing-masing
polibage berisi 3 biji.
3.
Dalam perlakuan masing-masing
polibage diberi label (2 polibage sebagai pengontrol dan 3 polibage sebagai
perlakuan).
4.
Disiram
setiap hari dengan air
secukupnya.
5.
Lakukan
pemupukan sejak tanaman tumbuh.
6.
Amati pertumbuhan dan perkembangan
tanaman jagung sejak perkecambahan, bertambahnya batang dan bertambahnya jumlah
daun pada setiap batang. Lakukan pengukuran setiap 1 minggu satu kali hingga tanaman
jagung berusia 3 minggu.
7.
Catat
dan dokumentasikan hasil
pengamatan dalam bentuk laporan
yang telah disepakati.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Tabel Hasil Pengamatan Pengaruh Fiksasi Nitrogen
Pada Pertumbuhan Jagung.
Tanggal
tanam : 20-05-2016
Tanggal
pengamatan minggu I : 2-06-2016
|
Jenis Perlakuan
|
Tinggi
Batang
|
Jumlah
Daun
|
Gambar
|
|
Control I
|
8
|
5
|
|
|
Control II
|
8
|
5
|
|
|
Perlakuan 1
|
9
|
5
|
|
|
Perlakuan 2
|
9
|
5
|
|
|
Perlakuan 3
|
9
|
5
|
Tanggal
pengamatan minggu II : 9-06-2016
|
Jenis
Perlakuan
|
Tinggi
Batang
|
Jumlah
Daun
|
Gambar
|
|
Control I
|
12
|
7
|
|
|
Control II
|
13
|
6
|
|
|
Perlakuan 1
|
15
|
7
|
|
|
Perlakuan 2
|
16
|
8
|
|
|
Perlakuan 3
|
19
|
8
|
Tanggal
pengamatan minggu III : 16 – 06 – 2016
|
Jenis
Perlakuan
|
Tinggi
Batang
|
Jumlah
Daun
|
Gambar
|
|
Control I
|
20
|
6
|
|
|
Control II
|
21
|
7
|
|
|
Perlakuan 1
|
22
|
7
|
|
|
Perlakuan 2
|
23
|
7
|
|
|
Perlakuan 3
|
22
|
8
|
Setelah
melakukan praktikum, maka didapatkan data seperti pada tabel dan grafik di
atas. Dari tabel dan grafik tersebut dapat kita lihat bahwa tinggi tanaman
cukup beragam mulai dari munggu pertama pengamatan hingga minggu ketiga. Pupuk
N memberikan pengaruh pada tinggi tanaman sehingga dapat terlihat pada grafik
bahwa tanaman yang dipupuk dengan pupuk N, memiliki tinggi yang hampir sama.
Sedangkan untuk tanaman yang tidak dipupuk dengan N, cenderung lebih pendek
pertumbuhan tinggi tanamannya. Pada helaian daun dapat kita lihat jumlahnya
hampir sama baik perlakuan atau kontrol. Pemberian nutrisi berupa pupuk N
terlihat sangat berpengaruh bagi pertumbuhan tanaman jagung (Purwadi,
2011).
A. Tinggi Tanaman (cm)
Pengamatan tinggi tanaman
dilakukan dari pangkal tumbuh tanaman pada Permukaan tanah yang sudah ditandai
dengan menggunakan patok standard sampai pada ujung daun tertinggi. Pengukuran
dimulai pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah tanam, dengan interval waktu pengukuran 1 (satu) minggu
sekali. Berdasarkan
data hasil pengamatan, tinggi tanaman terlihat hampir sama. Pada tanaman
perlakuan kontrol cenderung lebih pendek berkisar antara 8 – 21 cm. Sedangkan
untuk tanaman yang mendapat perlakuan berkisar antara 9-23 cm.
B. Jumlah Daun (helai)
Pengamatan atau penghitungan
jumlah daun dilakukan pada daun yang telah membuka sempurna. Pengamatan
dilakukan pada saat tanaman berumur 1 minggu setelah
tanam, dengan interval waktu pengamatan 1 (satu)
minggu sekali. Berdasarkan data hasil pengamatan, jumlah daun terus
bertambah dari minggu pertama sampai minggu ketiga. Jumlah daun berkisar antara
5 sampai 8 lebar.
BAB V
PENUTUP
Berdasrkan
hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pupuk Urea adalah pupuk kimia yang
mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi. Unsur Nitrogen merupakan zat hara yang
sangat diperlukan tanaman.
2. Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan dunia yang terpenting, selain gandum dan padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah dan Selatan, jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di Amerika Serikat. Penduduk beberapa daerah di Indonesia (misalnya di Madura dan Nusa Tenggara) juga menggunakan jagung sebagai pangan pokok.
3. Pemberian
pupuk nitrogen berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman jagung.
DAFTAR PUSTAKA
Isnaini, M., 2006. Pertanian Organik. Kreasi Wacana, Yogyakarta.
Suprapto dan H. A. R. Rukmana. 2003. Bertanam Jagung. Edisi Revisi. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Novizan dan N. W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah. Kanisius, Jakarta.
Komentar
Posting Komentar