BIJI (SEMEN)
BIJI (SEMEN)
disusun sebagai tugas mata kuliah Perkembangan Tumbuhan
Penyusun:
Kelompok IX
Anggi Dwi Putri 2013184205B0029
Emi Irizkika W 2013184205B0044
Evi Zakiyah 2013184205B0003
Robiatul Adawiyah 2013184205B0031
Ulfa Luluk S. 2013184205B0037
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PGRI JEMBER
2016
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Indonesia
adalah negara agraris. Berbagai macam tanaman bisa tumbuh subur ditanah
Indonesia. Seperti kacang-kacangan dan biji-bijian. Setiap daerah mempunyai
bahan makanan pokok masing-masing, sehingga banyak bermunculan tanaman
biji-bijian di tanah Indonesia. Biji-bijian menyediakan sumber energi utama
bagi manusia dan hewan.
Biji
adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang telah masak. Biji
dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta)
atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi, biji merupakan
embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat bertahan lebih
lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan. Dengan demikian biji telah
memperlihatkan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan
pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji; Gr. sperma
biji, phyton tumbuhan); dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitif seperti
lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak memiliki biji dan menggunakan cara lain
untuk menyebarkan diri. Ini tampak pada kenyataan bahwa tumbuhan berbiji
mendominasi relung-relung biologi sejak dari padang rumput hingga ke hutan,
baik di wilayah tropis maupun daerah beriklim dingin. Kata “biji” adalah
pinjaman dari bahasa Sanskerta. Kata “biji” acap dipertukarkan penggunaannya
dengan “benih” dan “bibit”. Dalam istilah teknis pertanian dan kehutanan,
“benih” adalah biji yang dipersiapkan khusus untuk menghasilkan tanaman baru.
Sedangkan “bibit” (atau juga disebut “semai”) adalah tanaman muda siap tanam
hasil perkembangan benih, atau hasil perbanyakan tanaman dengan cara yang lain
(misalnya cangkok, stek, okulasi dan lain-lain).
Bijian
adalah bahan pangan paling mendasar untuk manusia dan hewan. Kandungan pati
yang tinggi pada bijian menyediakan sumber energi utama bagi manusia dan hewan,
selainkandungan protein dan lemaknya. Padi, jagung, dan gandum adalah bijian
utama sumber pangan dan telah menjadi makanan pokok sejak awal peradaban
manusia. Termasuk dalam bijianadalah serealia (padi, jagung, gandum, sorgum,
dll.), kacangan (kacang tanah, kacang hijau, dll.), dan bijian berlemak tinggi
(kedelai, dll.).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian
Biji
Biji
merupakan sumber makanan yang penting bagi hewan dan manusia. Mempunyai biji
merupakan salah satu ciri tumbuhan spermatophyta. Bagi tumbuhan spermatophyta
biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang utama. Karena biji mengandung
calon tumbuhan baru atau lembaga. Biji berkembang dari bakal biji. Dengan
dihasilkannya biji tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya. Biji yang terlihat
sempurna tentunya mempunyai bagian – bagian tertentu. Namun dalam biji dikotil
dan monokotil jumlah dan bagian – bagian tersebut tidak selalu sama.
|
Monokotil
|
Dikotil
|
|
Cadangan makanan berupa endosperm
|
Cadangan makana berupa kotiledon
|
|
Mempunyai hilum tapi tidak terlihat
|
Hilum terlihat jelas
|
|
Endosperm merupakan bagian terbesar
|
Endosperm merupakan bagian terkecil
|
|
Cadangan makanan baru dapat dicerna
dan diserap embrio
setelah biji masak
|
Cadangan makanan sudah
mulai dapat dicerna dan diserap embrio
sebelum biji masak
|
Semula biji duduk pada suatu tangkai yang keluar dari papan biji
atau tembuni (placenta). Tangkai pendukung biji itu disebut tali pusar (funiculus). Bagian biji tempat
pelekatan tali pusat dinamakan pusar biji (hilus). Jika biji sudah masak
biasanya tali pusarnya putus, sehingga biji terlepas dari tembuninya. Bekas
tali pusat umumnya nampak jelas pada biji. Pada biji ada kalanya tali pusar
ikut tumbuh, berubah sifatnya menjadi salut atau selaput biji (arillus). Bagian
ini ada yang merupakan selubung biji yang sempurna, ada yang hanya menyelubung
sebagai biji saja. Macam –macam salut biji :
–
Berdaging atau berair, dan seringkali dapat dimakan, misalnya pada biji durian
(Durio zibethinus Murr), biji rambutan (Nephelium lappaceum L.). dll.
–
Menyerupai kulit dan hanya menutupi sebagian biji, misalnya pada biji pala
(Myristica fragrans Houtt). Salut biji pala dinamakan marcis, yang seperti
bijinya sendiri digunakan pula sebagai bumbu masak dan berbagai macam keperluan
lainnya, antara lain sebagai bahan obat.
2.2
Bagian-bagian biji
a.
Kulit
Biji.
Kulit biji berasal dari selaput bakal biji
(integumentum). Oleh sebab itu biasanya kulit biji dari tumbuhan biji tertutup
(angiospermae) terdiri atas dua lapisan, yaitu :
·
Lapisan
kulit luar (Testa). Lapisan ini mempunyai sifat yang bermacam-macam, ada yang
tipis, ada yang kaku seperti kulit, ada yang keras seperti kayu. Bagian ini
merupakan pelindung utama bagi bagian biji yang ada didalam.
·
Lapisan
kulit dalam (tegmen). Biasanya tipis seperti selaput, sering kali dinamakan
juga kulit ari.
Pada tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae), biji dapat
mempunyai tiga lapisan kulit biji. Seperti dapat kita lihat pada biji melinjo (Gnetum gnemon L.). Ketiga lapisan kulit biji seperti
pada melinjo itu masing-masing dinamakan :
·
Kulit
luar (sarcotesta), biasanya tebal berdaging, pada waktu masih muda berwarna
hijau, kemudian berubah menjadi kuning, dan akhirnya merah.
·
Kulit
tengah (sclerotesta), suatu lapisan yang kuat dan keras, berkayu, menyerupai
kulit dalam (endocarpium) pada buah batu.
·
Kulit
dalam (endotesta), biasanya tipis seperti selaput, serigkali melekat erat pada
inti biji Pada kulit luar biji itu masih dapat ditemukan bagian-bagian
lain, misalnya :
o Sayap (Ala). Merupakan pelebaran dari kulit luar sehingga membentuk sayap.
o Bulu (Coma). Merupakan penonjolan
sel-sel kulit luar biji yang berupa rambut-rambut halus.
o Salut Biji (Arillus). Merupakan pertumbuhan
dari tali pusar.
o Salut Biji Semu (Arillodium). Merupakan pertumbuhan di
sekitar liang bakal biji (Microphyle).
o Pusar Biji (Hilus). Merupakan berkas
perlekatan dengan tali pusar.
o Liang Biji (Microphyle). Liang kecil berkas
masuknya buluh serbuk sari kedalam bakal biji pada peristiwa pembuahan. Tepi
liang ini sering tumbuh menjadi badan berwarna keputih-putihan dan lunak yang
disebut karankula.
o Berkas-Berkas Pembuluh Pengangkutan (Chalaza). Merupakan tempat
pertemuan antara intergumen dengan nukleus.
o Tulang Biji (Raphe). Terusan tali pusar pada biji. Biasanya terdapat pada biji yang berasal dari
bakal biji.
b.
Endosperma
merupakan jaringan yang mengelilingi dan memberi nutrisi embrio dalam biji
angiosperma. Dalam beberapa biji endosperma telah sepenuhnya diserap pada saat
matang (misalnya, kacang dan kacang); pada yang lain, beberapa hadir sampai
perkecambahan (misalnya, gandum, kacang jarak). Dalam endosperma biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral
c.
Embrio
Embrio
adalah suatu tanaman baru yang terbentuk dari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina pada
suatu proses pembuahan.
· Struktur embrio
1.
epikotil
(calon pucuk)
adalah ruas batang di atas daun lembaga yang akan
tumbuh menjadi batang dan daun.
2.
hipokotil
(calon batang)
adalah ruas batang di bawah daun lembaga yang akan
tumbuh menjadi akar.
3.
kotiledon
(calon daun)
adalah daun kecil yang terletak dibawah daun pertama
kecambah. Fungsiny adalah sebai tempat untuk menimbun makanan, sebagai alat
untuk melakukan fotosintesis sebagai alat penghisap makanan untuk embrio.
4.
radikula
(calon akar)
merupakan bakal calon akar yang tumbuh selama masa
perke cambahan. Fungsinya adalah sebagai bagian tanaman yang akan berkembang
menjadi akar tanaman yang akan menyongkong dan menyuplai bahan-bahan makana
untuk diproses pada bagian tanaman lainnya, pada dikotil berkembang menjadi
akar tunggang dan pada monokotil akan berkembang menjadi akar serabut
5.
plumule (Pucuk lembaga)
adalah batang lembaga dan calon-calon daun. Pucuk
lembaga ini ada selaput yang menyelimuti plumula yang disebut koleoptilum.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Biji
(bahasa Latin:semen) adalah bakal biji (ovulum) dari tumbuha berbunga yang
telah masak. Biji dapat terlindung oleh organ lain (buah, pada Angiospermae
atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae). Dari sudut pandang evolusi,
biji merupakan embrio atau tumbuhan kecil yang termodifikasi sehingga dapat
bertahan lebih lama pada kondisi kurang sesuai untuk pertumbuhan.
Bagi
tumbuhan biji (spermathophyta) biji ini merupakan alat perkembangbiakan yang
utama, karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga). Dengan dihasilkan
biji, tumbuhan dapat mempertahankan jenisnya, dan dapat pula terpencar ketempat
lain. Semula biji itu duduk pada suatu tangkai pada papan biji atau tembuni
(placenta). Biji memiliki bagian – bagian yaitu: kulit biji,tali pusar,dan inti
biji atau isi biji. Serta pada masa perkecambahan biji dapat dibedakan menjadi
2 macam yaitu perkecambahan diatas tanah dan dibawah tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, gembong. 2003.
Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada
Indah 2010. Srtuktur biji. http://www.pustakaut.ac.id. Diakses 18 Maret 2016.
Mega 2011. Srtuktur biji. http://www.sentra-edukasi.com.
Diakses pada 18 Maret 2017
Komentar
Posting Komentar